Cara Membuat LKPD Kurikulum Merdeka yang Rapi dengan BeresPDF Guru
Panduan lengkap membuat LKPD Kurikulum Merdeka dari fase, kelas, mapel, materi, aktivitas, pertanyaan, rubrik, sampai download PDF atau DOCX.
Membuat LKPD Kurikulum Merdeka sering terlihat mudah karena bentuknya “hanya” lembar kerja. Padahal kalau dipakai di kelas, LKPD yang baik tidak cukup berisi daftar pertanyaan. Di dalamnya perlu ada tujuan kegiatan, petunjuk yang mudah dipahami, aktivitas yang membuat peserta didik berpikir, ruang jawaban, dan kriteria penilaian yang jelas.
Artikel ini membahas cara memakai LKPD Generator di BeresPDF Guru. Contohnya dibuat bertahap dari memilih fase, kelas, mata pelajaran, materi, metode, sampai membaca preview hasil. Tujuannya bukan supaya guru tinggal menerima mentah-mentah, tetapi supaya guru punya draf awal yang lebih cepat dirapikan sesuai kondisi kelas.
Dalam praktiknya, LKPD biasanya dipakai setelah guru punya arah pembelajaran. Kalau tujuan pembelajaran dan alur materinya belum jelas, sebaiknya rapikan dulu lewat Generator CP-TP-ATP atau Modul Ajar Generator. Setelah itu, LKPD bisa dibuat sebagai lembar aktivitas yang benar-benar nyambung dengan tujuan pembelajaran.
Kenapa LKPD perlu dibuat dengan alur yang jelas
LKPD atau Lembar Kerja Peserta Didik berfungsi sebagai panduan belajar. Guru dapat menggunakannya untuk mengarahkan peserta didik membaca, mengamati, berdiskusi, menghitung, mencoba, membandingkan, menyimpulkan, atau membuat produk sederhana. Karena itu, LKPD sebaiknya tidak berhenti pada “jawablah pertanyaan berikut”.
LKPD yang terlalu umum biasanya membuat peserta didik bingung. Misalnya, instruksinya hanya menulis “diskusikan materi Pancasila”, tetapi tidak ada kasus, pertanyaan pemandu, tabel pengamatan, atau kriteria jawaban. Akibatnya diskusi berjalan melebar dan guru harus menjelaskan ulang dari awal.
Sebaliknya, LKPD yang rapi membantu kelas bergerak lebih terarah. Peserta didik tahu apa yang harus dibaca, apa yang perlu dikerjakan, kapan berdiskusi, bagaimana menulis hasil, dan bagian mana yang akan dinilai. Guru juga lebih mudah memberi umpan balik karena jawaban peserta didik mengikuti struktur yang sama.
Rujukan sebelum menyusun LKPD
LKPD sebaiknya mengikuti arah Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, dan aktivitas yang ada di modul ajar. Guru dapat memeriksa Referensi Capaian Pembelajaran serta penjelasan resmi tentang perumusan Tujuan Pembelajaran dan ATP.
BeresPDF Guru membantu menyusun draf LKPD berdasarkan data yang dipilih guru. Namun keputusan akhir tetap ada pada guru: apakah aktivitasnya sesuai waktu, apakah bahasanya cocok untuk peserta didik, apakah contoh kasusnya dekat dengan kehidupan kelas, dan apakah pertanyaannya benar-benar mengukur tujuan pembelajaran.
Langkah 1: buka halaman LKPD Generator
Pertama, buka halaman LKPD Generator. Pada layar desktop, form berada di sisi kiri dan preview hasil berada di sisi kanan. Pada layar ponsel, bagian form dan hasil akan tersusun ke bawah agar tetap mudah digunakan.

Di tahap awal, isi pilihan dari atas ke bawah. Jangan langsung mengisi catatan tambahan dulu, karena beberapa pilihan seperti kelas, mata pelajaran, elemen, dan materi akan mengikuti pilihan sebelumnya.
Langkah 2: pilih fase, kelas, dan mata pelajaran
Bagian pertama yang perlu dipilih adalah fase, kelas, dan mata pelajaran. Tiga data ini menentukan konteks dasar LKPD. LKPD untuk Fase B kelas 4 tentu tidak sama dengan LKPD Fase E kelas 10, baik dari bahasa instruksi, kedalaman materi, maupun bentuk aktivitasnya.

Contoh pengisian:
- Fase: Fase E
- Kelas: 10
- Mata pelajaran: Pendidikan Pancasila
Setelah mata pelajaran dipilih, sistem akan menampilkan pilihan elemen dan materi yang tersedia. Jika guru mengajar mapel lain, pilih sesuai kebutuhan. Yang penting, jangan memilih fase atau kelas hanya karena ingin hasil terlihat lebih panjang. LKPD harus sesuai dengan kemampuan peserta didik yang akan menggunakannya.
Langkah 3: pilih elemen, materi utama, dan submateri
Tahap berikutnya adalah memilih elemen, materi utama, dan submateri. Bagian ini sangat menentukan apakah LKPD nanti fokus atau melebar. Untuk contoh ini, materi diarahkan pada Pendidikan Pancasila dengan submateri Pancasila sebagai pandangan hidup.

Contoh:
- Elemen: Pancasila
- Materi utama: Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa
- Submateri: Pancasila sebagai Pandangan Hidup
Dengan pilihan yang spesifik, LKPD bisa diarahkan pada aktivitas yang lebih nyata. Misalnya peserta didik diminta membaca kasus sederhana di lingkungan sekolah, mengidentifikasi nilai Pancasila, lalu menyimpulkan tindakan yang sesuai. Ini lebih kuat daripada LKPD yang hanya meminta peserta didik menyalin definisi.
Langkah 4: isi durasi, metode, profil peserta didik, dan catatan
Setelah materi dipilih, tentukan durasi dan metode pembelajaran. Durasi membantu membatasi panjang aktivitas. Metode membantu menentukan cara kerja peserta didik, apakah lebih cocok diskusi kelompok, problem based learning, project based learning, praktik, atau refleksi individu.

Bagian profil peserta didik dan catatan tambahan sangat berguna. Di sinilah guru bisa menambahkan konteks yang tidak selalu muncul di pilihan dropdown. Contohnya:
- Peserta didik beragam kemampuan.
- Gunakan contoh kasus dekat dengan kehidupan sekolah.
- Buat aktivitas untuk diskusi kelompok kecil.
- Tambahkan pertanyaan pemantik dan rubrik singkat.
Catatan seperti ini membuat hasil LKPD lebih terasa seperti dokumen kelas, bukan sekadar template kosong. Guru yang mengajar di daerah pesisir, sekolah perkotaan, kelas besar, atau kelas kecil dapat menyesuaikan konteksnya sendiri.
Langkah 5: klik Buat LKPD dan baca preview hasil
Setelah semua pilihan terisi, klik tombol Buat LKPD. Hasil akan muncul di area preview. Di bagian ini, guru sebaiknya membaca dulu struktur LKPD sebelum mengunduh.

Hal yang perlu dicek:
- Apakah tujuan kegiatan sesuai materi?
- Apakah petunjuk kerja bisa dipahami peserta didik?
- Apakah aktivitasnya cukup untuk durasi yang dipilih?
- Apakah pertanyaan tidak terlalu mudah dan tidak terlalu berat?
- Apakah LKPD punya ruang jawaban atau format kerja yang jelas?
- Apakah rubrik singkat sudah membantu guru memberi nilai?
Jika hasil masih terlalu umum, ulangi dengan catatan tambahan yang lebih jelas. Misalnya, bukan hanya menulis “buat LKPD tentang Pancasila”, tetapi tulis “buat LKPD diskusi kasus pelanggaran aturan sekolah dan hubungkan dengan nilai Pancasila”.
Langkah 6: download PDF atau DOCX
Jika preview sudah sesuai, guru dapat mengunduh hasil dalam format PDF atau DOCX. PDF cocok untuk dibagikan sebagai bahan siap cetak. DOCX cocok jika guru ingin mengedit lagi di Word, menambahkan logo sekolah, menyesuaikan kop, atau menyisipkan gambar dan tabel tambahan.

Untuk dokumen yang masih perlu disesuaikan, pilih DOCX terlebih dahulu. Setelah selesai diedit, guru dapat mengubahnya menjadi PDF menggunakan Word to PDF atau DOCX to PDF. Jika ukuran file terlalu besar karena banyak gambar, gunakan Compress PDF sebelum membagikannya ke peserta didik.
Ciri LKPD yang siap dipakai di kelas
LKPD yang siap dipakai biasanya memiliki beberapa ciri sederhana. Pertama, peserta didik bisa memahami petunjuk tanpa harus bertanya berkali-kali. Kedua, aktivitasnya membuat peserta didik melakukan sesuatu, bukan hanya membaca lalu menjawab hafalan. Ketiga, pertanyaan mengarah pada tujuan pembelajaran. Keempat, guru punya dasar untuk menilai jawaban atau proses kerja.
LKPD juga sebaiknya tidak terlalu penuh. Jika satu halaman berisi terlalu banyak instruksi, peserta didik bisa kehilangan fokus. Lebih baik membuat langkah pendek tetapi jelas: baca kasus, tandai informasi penting, diskusikan, tulis kesimpulan, lalu refleksikan.
Hubungan LKPD dengan modul ajar, soal, dan rubrik
LKPD akan lebih kuat jika terhubung dengan perangkat ajar lain. Modul ajar memberi arah pembelajaran. LKPD menjadi lembar aktivitas. Soal evaluasi mengukur hasil belajar. Rubrik membantu menilai proses atau produk.
Setelah membuat LKPD, guru dapat melanjutkan ke Soal Evaluasi Generator jika ingin membuat latihan atau asesmen. Jika membutuhkan rancangan penilaian yang lebih rinci, gunakan Kisi-Kisi Soal Generator dan Rubrik Penilaian Generator.
Contohnya, jika LKPD berisi analisis kasus tentang ketaatan terhadap aturan sekolah, soal evaluasi bisa mengukur pemahaman peserta didik tentang norma dan nilai Pancasila. Rubrik bisa digunakan untuk menilai cara peserta didik memberi alasan, bekerja sama, dan menyampaikan hasil diskusi.
Kesalahan yang sering membuat LKPD kurang efektif
Ada beberapa kesalahan yang sering terjadi saat menyusun LKPD. Pertama, LKPD terlalu mirip rangkuman materi sehingga peserta didik hanya membaca pasif. Kedua, pertanyaannya terlalu banyak tetapi tidak saling terhubung. Ketiga, aktivitasnya tidak sesuai durasi. Keempat, instruksi tidak jelas, sehingga guru harus menjelaskan ulang satu per satu.
Kesalahan lain adalah membuat LKPD tanpa memikirkan asesmen. Padahal sejak awal guru perlu tahu bagian mana yang akan dinilai: proses diskusi, ketepatan jawaban, cara menyimpulkan, produk akhir, atau presentasi kelompok. Jika bagian penilaian jelas, LKPD akan lebih mudah digunakan dan hasil kerja peserta didik lebih mudah dibaca.
Kesimpulan
Membuat LKPD Kurikulum Merdeka yang rapi membutuhkan alur yang jelas: mulai dari tujuan pembelajaran, materi, aktivitas, pertanyaan, sampai rubrik singkat. BeresPDF Guru membantu mempercepat penyusunan draf awal melalui form yang terstruktur, sehingga guru tidak harus memulai dari dokumen kosong.
Gunakan LKPD Generator sebagai titik awal. Setelah hasil muncul, baca kembali, sesuaikan dengan kondisi kelas, tambahkan konteks lokal, dan rapikan bagian yang perlu diedit. Dengan cara ini, LKPD tidak hanya terlihat lengkap, tetapi juga lebih enak dipakai dalam pembelajaran nyata.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menulis komentar.